Selasa, 05 April 2011

fenomena pendidikan dan teori-teorinya

  Nama :FITHRA RUNISYA

Orang Tua
Spoiler for Orang Tua:
Orang tua siswa selalu menghendaki anaknya menjadi orang yang berguna di kelak kemudian hari
Akan tetapi sering harapan itu tidak seimbang !!
Pasalnya orang tua sibuk dengan rutinitas tugas kesehariannya, pergi pagi pulang malam tanpa ada waktu senggang. Kapankah orang tua harus mengontrol, mengawasi dan mendidik putra putrinya? Ini dialami orang tua sibuk berstatus tinggi di kota.

Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalammasyarakat merupakan lingkungan budaya pertama dan utama dalam rangkamenanamkan norma dan mengembangkan berbagai kebiasaan dan perilakuyang dianggap penting bagi kehidupan pribadi, keluarga danmasyarakat.
Dalam buku TheNational Studi on Family Strength,Nick dan De Frain mengemukakan beberapa hal tentang pegangan menujuhubungan keluarga yang sehat dan bahagia, yaitu:

1.
Terciptanya kehidupan beragama dalam keluarga
2.
Tersedianya waktu untuk bersama keluarga
3.
Interaksi segitiga antara ayah, ibu dan anak
4.
Saling menghargai dalam interaksi ayah, ibu dan anak
5.
Keluarga menjadi prioritas utama dalam setiap situasi dan kondisi


Nah,ini dihubungkan dengan teori Maslow.Teori maslow ituu kurangnya rasa cinta dan memiliki didiri anak tersebut
Sistem Pendidikan
Spoiler for sistem pendidikan:
Sistem Pendidikan Indonesia Mencetak "Manusia Penurut"
Apa Buktinya dan Apa Akibatnya ??
Bukti :
1. Adanya Penyeragaman
2. Mau "muncul" tetapi dikekang oleh adanya Kurikulum
3. Mau "lari" tetapi dikekang oleh adanya penjadwalan yang ketat
4. Model belajar "menghafal" dan "mengulang"
Akibat :
1. Hilangnya kemampuan Koknitif dari anak
2. Kreativitas siswa berkurang
3. Talenta siswa banyak yang tidak diketahui (selain belajar)

Sesuai denagn teori pendidikan,Dalam Dunia Pendidikan menciptakan pemikiran yang kritis itu sangatlah penting.Namun,dengan sistem pendidikan diatas,hal itu tidak dapat terjadi karena anak tidak didukung dan diasah untuk berpikir kritis.Ada beberapa cara agar anak memiliki pemikiran yang kritis,yaitu: 1. Jadilah pemandu dalam membantu murid menyusun pemikiran sendiri
                             2. Gunakan pertanyaan berbasis pemikiran
                             3. beri model peran pemikir yang positif
Bentuk Soal Tes
Spoiler for Bentuk Soal Tes:
Soal ulangan harian, ulangan mid semester, ulangan umum dan soal ujian nasional persekolahan kita selalu menerapkan soal pilihan ganda
Anak tidak pernah bermain bahasa dengan bahasanya sendiri
Anak hanya disuguhi pilihan yang cara pengerjaannya pun bisa dilakukan dengan ngawur. Anak selalu bisa mengerjakan beberapa soal dalam waktu hanya hitungan menit. Semua soal bisa terselesaikan. Anak hanya berpikir sepotong-sepotong dan tidak berpikir secara utuh dalam menghadapi setiap butir soal.


Sesuai dengan teori pendidikan dalam bagian Transfer ,Murid yang hanya disuguhkan dengan setumpuk tes yang tersusun secara sistematis bukan dari permasalahan yang akan meningkatkan pemahaman dan pengembangan murid itu pribadi maka pemahaman yang didapat kurang maksimal sehingga bila dihadapkan dengan soal lain yang jawabannya sebenarnya bisa didapat dari pengembangan soal sebelumnya namun sang anak tidak bisa memecah informasi awal dan mengembangkannya.Alhasil.murid tersebut tidak dapat menjawab soal kedua.Untuk itu,peran orang tua dan guru sangat penting agara sang anak dapat mentransfer Informasi yang telah ia dapat.

Daftar Pustaka : www.google.com
Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar