Selasa, 17 Mei 2011

Proses kognitif dalam Proses Belajar E-learning


 TUGAS KELOMPOK PENDIDIKAN




Topik : Proses Kognitif dalam Proses Belajar E-Learning

Proses kognitif pada Mahasiswa Psikologi 2010 dalam 
Belajar E-Learning 


I.                   PENDAHULUAN

Inti proses belajar adalah perubahan pada diri individu  dalam aspek pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kebiasaan sebagai produk dan interaksinya dengan lingkungan. Belajar adalah proses membangun pengetahuan melalui transformasi pengalaman. Dengan kata lain suatu proses belajar dapat dikatakan berhasil  bila dalam diri individu terbentuk pengetahuan, sikap, keterampilan, atau kebiasaan baru yang secara kualitatif lebih baik dari sebelumnya. Proses belajar dapat terjadi karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungan belajar secara mandiri atau sengaja dirancang. Orang yang belajar mandiri secara individual dikenal sebagai otodidak, sedangkan orang yang belajar karena dirancang dikenal sebagai pembelajaran formal. Proses belajar sebagian besar terjadi karena memang sengaja dirancang. Proses tersebut pada dasarnya merupakan sistem dan prosedur penataan situasi dan lingkungan belajar agar memungkinkan terjadinya proses belajar. Sistem dan prosedur inilah yang dikenal sebagai proses pembelajaran aktif.

Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para pembelajar aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. Model proses ini dikenal sebagai pembelajaran aktif atau pembelajaran interaktif dengan karakteristiknya sebagai berikut:  (1) adanya variasi kegiatan klasikal, kelompok dan perorangan; (2) dosen berperan sebagai fasilitator belajar, nara sumber dan manajer kelas yang demokratis; (3) keterlibatan mental (pikiran, perasaan) siswa tinggi; (4) menerapkan pola komunikasi yang banyak; (4) suasana kelas yang fleksibel, demokratis, menantang dan tetap terkendali oleh tujuan; (6) potensial dapat menghasilkan dampak intruksional dan dampak pengiring lebih efektif; (7) dapat digunakan di dalam atau di luar kelas/ruangan.

Dalam Proses Belajar aktif seharusnya ditunjang juga dengan memperhatikan E-learning ( Pembelajaran dengan Elektronoik), karena dapat membantu jalannya pembelajaran aktif.Selain itu proses belajar aktif yang memiliki karekteristik tersebut diatas merupakan konsep pula dari E-learning yang menngunakan pembimbing(dosen) sebagai fasilitator,E-learning juga mengedepankan sense siswa dalam belajar serta fleksibel dalam artian siswa menetukan bagaimana teknik penyerapan terbaik dari informasi yang ditangkap indarnya karenanya teori-teori belajar berimplikasi dengan proses belajar E-learning.Maka dari situlah kami mengangkat topik pembahasan tentangproses kognitif dalam proses belajar E-learning.



            



II.                 LANDASAN TEORI

1.       Dalam belajar E-Learning, pandangan kognitif mengenal pentingnya perbedaan individu dan memanfaatkan berbagai strategi belajar untuk mengakomodasi perbedaan tersebut.
2.       Psikologi Kognitif memandang belajar dari sudut pandang pemrosesan informasi individu dan Proses belajar E-learning harus menggunakan strategi-strategi yang memungkinkan peserta didik untuk menghadirkan materi belajar yang sesuai dengan individu masing-masing

 II.i Psikologi Kognitif
Psikologi kognitif adalah salah satu cabang dari psikologi dengan pendekatan kognitif untuk memahami perilaku manusia. Psikologi kognitif mempelajari tentang cara manusia menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi.

II.ii Kognitif
Menurut Piaget (Hetherington & Parke, 1975) menyebutkan bahwa ” kognitif adalah bagaimana anak beradaptasi dan menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian di sekitarnya”.

Perkembangan kognitif merupakan salah satu perkembangan manusia yang berkaitan dengan pengetahuan, yakni semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individeu mempelajari dan memikirkan lingkungannya.

II.iii E-learning  
 E-learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa ahli mencoba menguraikan pengertian e-learning menurut versinya masing-masing, diantaranya :
Jaya Kumar C. Koran (2002)
e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.

Darin E. Hartley [Hartley, 2001]
e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.
LearnFrame.Com dalam Glossary of eLearning Terms [Glossary, 2001]
eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone.




Menurut teori Piaget,ia mengatakan ada beberapa proses dalam kognitif manusia yaitu:

Asimilasi adalah proses menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. Proses ini bersifat subjektif, karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya.

Akomodasi adalah bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat adanya informasi baru yang tidak sudah Dalam proses ini dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali.

Selain itu,juga terdapat teori kognitif dari Vygotsky,yaitu :

Teori Vigotsky dalam kegiatan pembelajaran juga dikenal apa yang dikatakan scaffolding (perancahan), dimana perancahan mengacu kepada bantuan yang diberikan teman sebaya atau orang dewasa yang lebih kompeten.






         III.              ALAT DAN BAHAN

1.         1.  Printer
2.       2.  Laptop
3.       3.  Kertas ,pulpen,penggaris(Alat-Alat Tulis)
4.       4.  Printer
5.       5.  Kamera



TIME TABLE

NO
PERENCANAAN
TANGGAL
 1
Penentuan Topik
05 April 2011
 2
Judul
16 April 2011
 3
Pendahuluan
17 April 2011
 4
Landasan teori
17 April 2011
 5
Menentukan subjek
29 April 2011
 6
Analisis Data
7 May 2011





PERTANYAAN

JAWABAN

YA

TIDAK
                           1.    Apakah kamu sering menggunakan internet   dalam pelaksaan tugas?
2.      Apakah anda terbantu dengan penggunaan OHP dalam proses belajar?
3.      Apakah dengan adanya Internet membuat Anda menjadi malas mencari informasi melalui refrensi buku?
4.      Apakah menurutmu kuliah E-learning itu efektif?
5.      Apakah  kamu mendapat Informasi yang optimal ketika melaksanakan kuliah online?
6.      Dalam penyedian wi-fi di kampus,apakah kamu merasa terbantu?
7.      Apakah penugasan dengan blog dapat merangsang kognitif kamu?
8.      Apakah Internet itu memberikan banyak informasi buat Anda?
9.      Apakah kamu sepenuhnya percaya dengan informasi yang kamu peroleh dari internet?
10.  Apakah kamu lebih menyukai belajar face-to-face dibanding kuliah online?
11.  Apakah kamu tertarik dengan penyajian teori menggunakan video?
12.  Apakah kamu mendapat banyak informasi melalaui siaran televisi?
13.  Apakah kamu pernah membeli CD yang berisi materi belajar?
14.  Apakah E-learning membuat Anda menjadi lebih berpikir kritis?
15.  Apakah dengan metode E-learning problema materi-materi belajar dapat terpecahkan?









ANALISIS DATA
Data yang didapat dari hasil observasi Mahasiswa/I Fakultas Psikologi angkatan 2010 dapat disimpulkan bahwasanya mereka menyukasi konsep belajar E-learning untuk pencarian tugas/Informasi yang membantu perkuliahan. Namun,diarasakan kurang optimal jika konsep E-learning diarahkan untuk kuliah online. Meraka lebih merasa egfektif dengan konsep E-learning seperti Internet,Wi-fi,OHP,serta penyajian video dalam membantu penyampaian materi belajar.

ALASAN MEMILIH SUBJEK
Kami meilih subjek penelitian adalah mahasiswa/I Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara dengan alasan :
Sesuai dengan topic yang kami pilih yaitu “Proses kognitif dalam proses belajar E-learning” kami memilih mahasiswa Psikologi dengan pertimbangan bahwasanya mahasiswa/I Fak. Psikologi telah melaksanakan pembelajaran E-learning. Dapat dilihat dari fasilitas OHP dikelas,Wi-Fi,dan adanya kuliah online.

KALKULASI BIAYA:
Printer ; 2000
Fotocopy : 5000

PELAKSANAAN

Penelitian dilaksanakan pada Sabtu,01 May 2011 pukul 12.40 Bertempat di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Sebelumnya kelompok kami telah memilih/menentukan subjek yaitu Mahasiswa/I Fak. Psikologi dengan pertimbangan bahwasanya pelaksaan belajar E-learning dilakukan di Fakultas tersebut.
Kami menyiapkan kuisoner bagi para subjek untuk diisi,lalu kami mengambil beberapa mahasiswa/I untuk menjadi observer kelompok kami.






LAPORAN

Dari hasil Observasi kelompok kami,didapat bahwa seringnya mahasiswa (karena dalam observasi ini subjeknya mahasiswa) mencari informasi lewat Internet yang merupakan salah satu media belajar E-learning.Meraka juga merasa terbantu dengan adanya Wi-Fi,Blog dan mereka juga tertarik dengan pemamparan materi melalui video.Hal ini merupakan beberapa konsep belajar E-learning, Namun, untuk kulia online meraka merasa kurang dapat menyerap informasi,sehingga dapat dikatakan kurangnya rangsangan kognitif disini.

POSTER



TESTIMONI

 Fitri khairani : Tugas ini sebenarnya tidak begitu rumit namun dibutuhkan kerjasama yang baik dalam menyelesaikannya. Dengan tugas ini saya mendapat bahan pembelajaran baru tentang bagaimana observasi dan laporannya.
Fithra Runisya : Tugas ini cukup membuat tidak tidur, susah menjalin kerja sama antar kelompok. Tugas ini juga memberi banyak pelajaran. Banyaknya kendala dalam merampungkan tugas ini membuat kelompok kami menjadi saling memahami satu sama lain. Meskipun awalnya sulit menjalin kerja sama dengan baik. Alhamdulillah tugas ini rampung dan pasti banyak kekurangan, kami mohon dimaklumi.
 




  DAFTAR PUSTAKA
Santrock., J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media GrouP

http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_perkembangan_kognitif

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org/wiki/E-
learning&ei=x8nMTdaQBYeWvAPBrOyVCg&sa=X&oi=translate&ct=result&
resnum=2&ved=0CDgQ7gEwAQ&prev=/search%3Fq%3De-
learning%26hl%3Did%26biw%3D1300%26bih%3D615%26prmd%3Divnsl

http://tatangjm.wordpress.com/2008/07/31/kognitif/

http://e-dufiesta.blogspot.com/2008/06/pengertian-e-learning.html

Selasa, 10 Mei 2011

Pedagogi


Pedagogi ialah kajian mengenai pengajaran, khususnya pengajaran dalam pendidikan formal. Dengan kata lain, ia adalah sains dan seni mengenai cara mengajar di sekolah.

Pedagogi melibatkan kajian mengenai proses pengajaran dan pembelajaran, pengurusan bilik darjah, organisasi sekolah dan juga interaksi guru-pelajar.

Lalu apa perbedaan Andragogi dan Pedagogi?

Malcom Knowles meyebutkan beberapa perbedaannya,yaitu :

1. Citra Diri
Citra diri seorang anak-anak adalah bahwa dirinya tergantung pada orang lain. Pada saat anak itu menjadi dewasa, ia menjadi kian sadar dan merasa bahwa ia dapat membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Perubahan dari citra ketergantungan kepada orang lain menjadi citra mandiri. Hal ini disebut sebagai pencapaian tingkat kematangan psikologis atau tahap masa dewasa. Dengan demikian, orang yang telah mencapai masa dewasa akan berkecil hati apabila diperlakukan sebagai anak-anak. Dalam masa dewasa ini, seseorang telah memiliki kemauan untuk mengarahkan diri sendiri untuk belajar. Dorongan hati untuk belajar terus berkembang dan seringkali justru berkembang sedemikian kuat untuk terus melanjutkan proses belajarnya tanpa batas. Implikasi dari keadaan tersebut adalah dalam hal hubungan antara guru dan murid. Pada proses andragogi, hubungan itu bersifat timbal balik dan saling membantu. Pada proses pedagogi, hubungan itu lebih ditentukan oleh guru dan bersifat mengarah.

2. Pengalaman
Orang dewasa dalam hidupnya mempunyai banyak pengalaman yang sangat beraneka. Pada anak-anak, pengalaman itu justru hal yang baru sama sekali.Anak-anak memang mengalami banyak hal, namun belum berlangsung sedemikian sering. Dalam pendekatan proses andragogi, pengalaman orang dewasa justru dianggap sebagai sumber belajar yang sangat kaya. Dalam pendekatan proses pedagogi, pengalaman itu justru dialihkan dari pihak guru ke pihak murid. Sebagian besar proses belajar dalam pendekatan pedagogi, karena itu, dilaksanakan dengan cara-cara komunikasi satu arah, seperti ; ceramah, penguasaan kemampuan membaca dan sebagainya. Pada proses andragogi, cara-cara yang ditempuh lebih bersifat diskusi kelompok, simulasi, permainan peran dan lain-lain. Dalam proses seperti itu, maka semua pengalaman peserta didik dapat didayagunakan sebagai sumber belajar.


3. Kesiapan Belajar
Perbedaan ketiga antara pedagogi dan andragogi adalah dalam hal pemilihan isi pelajaran. Dalam pendekatan pedagogi, gurulah yang memutuskan isi pelajaran dan bertanggung jawab terhadap proses pemilihannya, serta kapan waktu hal tersebut akan diajarkan. Dalam pendekatan andragogi, peserta didiklah yang memutuskan apa yang akan dipelajarinya berdasarkan kebutuhannya sendiri. Guru sebagai fasilitator.


4. Nirwana Waktu dan Arah Belajar
Pendidikan seringkali dipandang sebagai upaya mempersiapkan anak didik untuk masa depan. Dalam pendekatan andragogi, belajar dipandang sebagai suatu proses pemecahan masalah ketimbang sebagai proses pemberian mata pelajaran tertentu. Karena itu, andragogi merupakan suatu proses penemuan dan pemecahan masalah nyata pada masa kini. Arah pencapaiannya adalah penemuan suatu situasi yang lebih baik, suatu tujuan yang sengaja diciptakan, suatu pengalaman pribadi, suatu pengalaman kolektif atau suatu kemungkinan pengembangan berdasarkan kenyataan yang ada saat ini. Untuk menemukan "dimana kita sekarang" dan "kemana kita akan pergi", itulah pusat kegiatan dalam proses andragogi. Maka belajar dalam pendekatan andragogi adalah berarti "memecahkan masalah hari ini", sedangkan pada pendekatan pedagogi, belajar itu justru merupakan proses pengumpulan informasi yang sedang dipelajari yang akan digunakan suatu waktu kelak.olm Knowles menyatakan bahwa apa yang kita ketahui tentang belajar selama ini adalah Andragogi dan Pedagogi


DAFTAR PUSTAKA

http://forum.um.ac.id/index.php?topic=1690.0

http://ms.wikipedia.org/wiki/Pedagogi

Andragogi


PENDIDIKAN ORANG DEWASA


Perbaikan kondisi sosial dan ekonomi dan teknologi saat ini menyebabkan semakin bertambahnya minat pada orang dewasa untuk kembali belajar.Hal ini dimanfaatkan oleh banyak orang karena berharap dapat mengemban karir lebih baik.

Sebagai konselor,pengetahuan mengenai pendidikan orang dewasa ini penting,yaitu untuk membantu orang dewasa belajar kembali,melalui pelatihan dan kursus. Banyak kursus-kursus yang dibuka untuk orang dewasa. Melalui kursus-kursus ini mereka berharap dapat memperoleh keahlian dan banuyak informasi baru yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Pendidikan untuk orang dewasa ini perlu disusun sedemikian rupa agar tercapai tujuan-tujuan pendidikan yang ingin dicapai.
Hal yang sangat penting pula dalam hal ini adalah MOTIVASI.
Motivasi ini merupakan tenaga pendorong bagi para peserta didik meskipun motif belajar peserta didik berbeda-beda.

Lalu pertanyaanya, Bagaiamana memberikan/menciptakan/mendorong motivasi bagi para peserta didik?
1.      
M1. Menciptakan suasana belajar yang efektif
   Agar tercipta suasana belajar yang efektif,paling tidaknya ada beberapa pedoman dalam memperlakukan mereka , diantaranya;
-Pengajar menekankan para peserta didik bahwa suksesnya pendidikan ini adalah hasil kerjasama peserta dan pengajar.
-Ciptakan suasana pemecahan masalah orang dewasa di kelas,agar hubungan pengajar dan peserta didik tidak lagi seperti guru dan murid melainkan seperti klien dan konsultan.
-Pengajar bersifat empatik 
 
2. Mendorong keinginan untuk belajar dan Menerapakan Hasil belajar
        Selain suasana belajar yang harus diperhatikan,materi pelajaran,sikap,dan prioritas terhadap pelajaran juga penting diperhatikan.
Makin menarik isi dan makin jelas relevansinya dengan hasil-hasil yang dianggap bernilai baik oleh peserta didik,makin besar motivasi untuk belajar.



DAFTAR PUSTAKA

Sukadji, S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah. Depok : LPSP3 Fakultas Psikologi UI


Sabtu, 30 April 2011

BIMBINGAN SEKOLAH


BIMBINGAN SEKOLAH
Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dalam membuat keputusan yang bijaksana dan dalam penyesuain diri,serta dalam memecahkan masalah kehidupan mereka.
Bimbingan sendiri memiliki tujuan yaitu agar penerima bantuan dapat berkembang mandiri dan mampu bertanggung jawab bagi dirinya sendiri.
Apa beda penyuluhan ataupun bimbingan dalam pemberian nasihat?
Penyuluhan ataupun bimbingan lebih menekankan kepada “apa yang mesti dilakukan”,menuntun individu untuk berkembang dan mencari solusi terbaik untuk dirinya sendiri.Berbeda dengan nasihat yang terkadang lebih umum sehingga tidak mengembangkan individu untuk berusaha memecahkan masalahnya sendiri,bahakan terkadang nasihatdiberikan tanpa pengetahuan yang mendalam mengenai diri yang dinasihati dan tanpa pertimbangan akan kebutuhan penerima nasihat.
Lalu kapan bimbingan dibutuhkan?
Bimbingan dibutuhkan pada saat keputusan untuk mennetukan pilihan harus dilaksanakan.Dan bila tidak ada pilihan pun bimbingan diperlukan untuk membantu individu memahami dan menerima situasi tanpa pilihan.Bisa juga diperlukan saatseseorang tidak sadar bahwa ia mempunya pilihan lain.Dan yang biasanya paling sering ditemukan ialah pada saat seseorang tidak dalam keadaan optimal untuk membuat keputusan isal,dalam keadaan deperesi,lelah.bingung dan hal-hal lain yang membuat keputusannya kurang bijak.
Bimbingan memiliki kaitan dengan Disiplin
Misal saja,disiplin seorang atlit dalam pelaksanaan latihan dan juga disiplin siswa/I dalam menjalankan tata-tertib sekolah.Disini bimbingan berfungsi membantu menentukan sasaran dan merancang program/latihan yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan memotivasinya untuk disiplin mengikuti program yang telah ditentukan.
Nah,bagaimana organisasi pelaksaan bimbingan di sekolah?
Langkah pertama adalah menganalisa kebutuhan siswa dan menentukan kebutuhan mana yang dapat dipenuhi oleh sekolah.Lalu didikuti dengan suatu survei mengenai program dan personalianya yang telah berlaku,dan mengamati apa yang telah dilaksanakan dan apa yang potensial yang perlu dirubah.Perencanaa kemudian melibatkan staf yang ada,kemudia diperlukan untuk merencanakan tugas dari posisi atau jabatan yang ada,untuk itu pada bagian ini harus dilakukan analisis jabatan guna nantinya akan didapatkan staf-staf yang tepat.
Daftar pelayanan baku suatu biro bimbingan adalah
1.       Pelayanan Baku berbentuk Konseling.Konseling ini dirancang untuk membantu klien memehami dan memperjelas pandangan hidupnya sehingga ia dapat membuat keputusan yang bijak,berarti,dengan mempertimbangkan semua pilihan yang ada.
2.       Pengelolaan data pribadi.Kegiatan yang dilaksanakan untuk pengumpulan data mengenai siswa-siswa,maupun meneruskan data ini keoada staf yang memrlukannya dalam rangka membantu siswa dalam proses belajar-mengajar maupun konseling
3.       Peneglolaan informasi menegnai bermacam-macam pekerjaan,pendidikan,dan informasi sosial-persoanal merupakan kegiatan yang cukup besar.



Senin, 25 April 2011

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PSIKOLOGI SEKOLAH


Psikologi Pendidikan dan Psikologi Sekolah
Psikologi Pendidikan Merupakan cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam Lingkungan pendidikan.Psikologi pendidikan adalah bidang yang sangat luas dan salah satu perwujudannya adalah dalam Psikologi Sekolah.
Psikologi Sekolah adalah bagaimana menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademis,sosialisasi dan emosi yang bertujuan untuk membentuk mindset anak.

Psikolog sekolah menengani bidang pengaturan kurikulum yang akan dipakai,bagaimana startegi pengajaran yang baik agar didapat hasil optiml,situasi lingkungan belajar yang kondusif dan yang terpenting bagaimana mentransfer ilmu dan juga agar murid dapat menegmbangkannya lebih baik.
Psikolog Pendidikan  harus mengikuti perkembangan,area menejemen kelas dan desain instruksional, pengukuran dan penggunaan gaya dan strategi belajar, penelitian dalam metakognitif, peningkatan aplikasi pendidikan jarak jauh, dan perluasan dari pengembangan dan aplikasi teknologi untuk tujuan instruksional.
Seperti yang dikatakan oleh William James,ia menegaskan pentingnya mempelajari proses belejar mengajar di kelas guna meningkatkan mutu pendidikan dan oleh karena itu dibutuhkan lah Psikologi Sekolah guna didapat hasil optimal dalam proses belajar-mengajar yang telah dilaksanakan.
Dalam proses belajar-mengajar,banyak hal yang harus diperhatikan diantaranya yaitu;
1.       Penguasaan materi pelajaran
Selama ini pemahaman yang terjadi adalah “guru menguasai pelajaran”.Sebenarnya tidak semata-mata hanya itu saja namun banyak hal yang perlu lebih dikaji dan dipahami yaitu pengetahuan pelajaran bukan hanya sekedar mencakup fakta,istilah,dan konsep umum tetapi juga membutuhkan dasar-dasar pengorganisasian materi,mengaitkan berbagai gagasan,cara berpikir dan berargumen.
2.       Strategi Pengajaran
Guru bukan hanya sekedar member informasi ke pikiran anak tetapi juga mendorong anak untuk mengeksplorasi dunia mereka,menemukan pengetahuan dan berpikir kritis.
3.       Keahlian Manajemen kelas
Guru harus mampu menjaga kelas tetap aktif bersama dan mengorientasikan kelas ke tugas-tugas,mempertahankan lingkungan kondusif agar didapat hasil optimal.
4.       Keahlian Komunikasi
Keahlian Komunikasi bukan hanya penting dalam kegiatan mengajar tetapi juga penting untuk berkomunikasi dengan orang tua murid.Guru yang efektif juga bekerja untuk meningkatakan keahlian komunikasi murid.
5.       Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Instruksional
Guru yang efektif tidak hanya sekedar mengajar di kelas namun harus menentukan tujuan pengajaran dan menyusun rencana untuk mencapai tujuan itu.
Hal ini semua harus dimiliki oleh para guru dan disinilah terdapat Psikologi Sekolah tersebut.Bagaimana hal-hal diatas dijalankan berdasarkan Psikologi Sekolah.
Namun Selain 5 point hal-hal diatas,ada juga hal-hal lain yang tidak kalah pentingnya yaitu bagaimana menciptakan Kondisi yang nyaman tidaklah hanya untuk fasilitas belajar saja, namun juga untuk bangunan gedung secara keseluruhan beserta kelengkapannya; termasuk di dalamnya laboratorium, bengkel, studio, fasilitas olahraga dan lain-lain. Demikian pula dengan pekarangan sekolah, dikehendaki lingkungan yang bersuasana cerah dan ceria, lega, sejuk, tenang dan nyaman.Hal ini mendukung motivasi belajar anak.

Dengan mengaplikasikan konsep Psikologi Sekolah maka diharapkan didapat hasil optimal dari pembelajaran yang dilakukan.

Daftar Pustaka :

Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi


Sabtu, 23 April 2011

Hubungan Lingkungan Sosio-Ekonomi dengan Intelektualitas Anak


PENDIDIKAN MASA DINI DAN PENDIDIKAN KELUARGA
Prestasi Belajar yang rendah dari anak-anak serba kekurangan,Apa yang terjadi?
Menurut Martin L Maehr ada tiga aspek penting dalam kapasitas intelek yang berkaitan dengan rendahnya prestasi belajar anak-anak yang berasal dari lingkungan yang kurang mampu,
1.      Perkembangan Bahasa
Dalam lingkungan status sosio-ekonomi rendah interaksi verbal orang tua-anak lebih rendah mutunya daripada interaksi verbal orang tua-anak di lingkungan sosio-ekonomi tinggi.Bila di lingkungan rendah anak-anak dapat menjawab satu kata maka di lingkungan lebih tinggi mereka mendapat penjelasan.
Ibu-ibu kelas sosio-ekonomi rendah lebih menggantungkan isyarat fisik dan komunikasi non verbal dalam member perintah,dan member pengertian yang kurang jelas mengenai tugas serta member informasi yang kurang mencukupi.
Menurut Engelman,dibandingkan dengan anak-anak kelas menengah,anak-anak kelas rendah kurang memiliki kemempuan menggunakan bahasa untuk  menjelaskan,mendeskripsikan,membandingkan,mempertanyakan,merumuskan dan menguji.Padahal kemampuan penggunaan bahasa semacam ini dibutuhkan untuk dapat sukses di bidang akademik.
Kutipan dari artikel Hess dan Shipman, Early Experience and Socialization of Cognitives Modes in Children menerangkan bahwa di lingkungan kelas yang lebih tinggi,pikiran anak dirangsang atau dilatih oleh komunikasi verbal yang lebih berelaborasi(lebih banya perincian dan lebih cermat) dan lebih kompleks.Ia diminta mengaitkan perilakunya dengan dimensi waktu,ia lebih dituntut untuk memikirkan akibat perilakunya terhadap orang lain.
Anak kecil dalam lingkuingan kelas menengah belajar sejak awal membedakan perilaku mana kemudian kata-kata mana yang membawa hasil.Perilaku yang efektif probabilitasnya akan meningkat sedangkan yang negative akan ditekan.Akibatnya saat bersekolah ia telah dibekali dengan strategi memcahkan masalah.Kemudian itupun,ia akan menyaring kembali startegi tadi,apa-apa saja yang dapat dibuang dan dipertahankan karena tuntutan baru di lingkungan sekolah.
2.      Perkembangan Persepsi
Manusia yang berbeda lingkungannya,tidak hanya berbeda budayanya tetapi juga berbeda persepsinya terhadap dunia.Jika dihadapkan pada berbagai obyek,hal,dan kejadian,masing-masing akan memilih dan mengabaikan rincian dan konfigurasi yang berbeda.
Paling tidak sepintas dapat diamati,lingkungan keluarga mereka kurang memungkinkan latihan segala macam persepsi;rumah sesak,dan barang-barang bertebaran,tidak cukup mainan dan benda-benda yang membimbing perhatian.Selain itu,tidak ada pula orang dewasa yang menyediakan waktu untuk membantu anak-anak belajar membaca,menggambar,menamai perbedaan,dan memperhatikan hubungan.Ini jelas merugikan sebab di sekolah anak diharapkan memiliki keterampilan memperhatikan,membedakan,dan mengelompokkan.Perbedaan pengalaman persepsi masa dini ini juga mempengaruhi perkembangan Intelek.
3.      Perkembangan Kognisi
Ketinggalan dalam perkembangan bahasa dan persepsi mempengaruhi pula perkembangan Kognisi.Dalam artikel  Jensen Social Class,Race and Genetics,mengemukakan terdapatnya bukti-bukti bahwa bahsa tidak hanya membentuik gaya kognitif yang kompleks dan kemampuan meemcahkan masalah,tetapi juga merupakan elemen menentukan dalam pembentukan konsep,bahkan juga berpengaruh dalam belajar hafalan.